ORANG-ORANG KUDUS YANG MEMERINTAH
“Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi ….”
(Dan. 7:27)
Presiden memiliki hak prerogatif untuk membentuk kabinet. Kabinet tersebut berisi orang-orang yang ia nilai mampu untuk membantunya menjalankan roda pemerintahan yang ada di tangannya. Orang-orang tersebut benar-benar dipercayai oleh sang presiden untuk ikut menjalankan misinya.
Begitu pula halnya dengan Allah. Ia adalah Penguasa alam semesta. Raja dari segala raja; Presiden dari segala presiden. Kendati demikian, Ia memanggil umat-Nya untuk ikut serta menjalankan misi-Nya dalam karya penyelamatan alam semesta ini. Hal tersebut dilakukan Allah, bukan karena Ia kurang berkuasa, melainkan karena Ia memang ingin mengikutsertakan umat-Nya dalam karya penyelamatan-Nya atas alam semesta ini.
Itulah gambaran yang disampaikan Daniel. Di tengah-tengah para penguasa dunia yang tampak begitu berkuasa - singa dengan sayap rajawali (ay. 4) yang merupakan lambang kerajaan Babilonia, beruang (ay. 5) lambang kerajaan Persia, macan tutul (ay. 6) lambang kerajaan Yunani, binatang yang mengerikan (ay. 7) lambang kerajaan Romawi – umat Allah justru dipanggil Allah untuk ikut memerintah. Ada saatnya memang ketika orang-orang kudus tampak dikalahkan (ay.21), namun pada akhirnya orang-orang kudus inilah yang akan berpartisipasi dalam karya penyelamatan Allah. Bukan untuk mendominasi dunia, melainkan untuk membawa damai sejahtera Allah ke bumi.
REFLEKSI:
Gereja yang kudus dan am dipanggil untuk ikut berpartisipasi di dalam pemerintahan Allah guna menyebarkan damai sejahtera-Nya.
Mzm. 148; Dan. 7:27; Why. 11:16-19