Lukas 1:46b-55
“…karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus” (Luk.1:49)
“Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus” (Luk.1:48-49). Pada bagian itu, Maria memahami bahwa Allah bukan hanya memperhatikan, melainkan Ia juga bertindak. Allah adalah Pribadi yang berkarya. Karya Allah bukanlah untuk Pribadi-Nya semata, melainkan Allah juga melakukan perbuatan-perbuatan besar dalam diri Maria.
“Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia” (ay.50). Pada bagian itu, jelaslah, Allah tidak hanya melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dalam diri Maria. Rahmat Allah juga akan dirasakan oleh orang-orang yang takut akan Dia. “Takut akan Tuhan” merupakan kemestian dari sikap kehambaan. Takut disini bukanlah sikap takut karena Allah itu menakutkan, melainkan sikap hormat, tidak berani main-main, karena Allah memang Pribadi yang telah memberikan rahmat-Nya kepada manusia. Jadi, bukan asal takut! Aneh bukan jika ada hamba berani bersikap kurang ajar kepada tuannya?
Selanjutnya, Maria mengatakan bagaimana orang yang lapar akan dikenyangkan dan orang yang menyalahgunakan kekayaannya akan dimiskinkan. Allah adalah Pribadi yang tidak pernah ingkar janji. Semua itu dikerjakan Allah bagi hamba-Nya.
Nyanyian Pujian Maria mengingatkan bahwa kita adalah hamba Tuhan. Predikat itu seharusnya mendorong kita untuk bersikap sebagai seorang hamba.
Doa:
Tuhan, mampukan kami untuk terus mengingat kehambaan kami. Amin.
Luk.1:4b-55; 2Sam.7:18, 23-29; Gal.3:6-14