30 April 2019 / Renungan Harian

MISKIN TAPI KAYA


media

MISKIN TAPI KAYA
Wahyu 2:8-11

Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu–namun engkau kaya …. (Why. 2:9)

Ada seorang ibu berusia 65 tahun, yang secara ekonomi tergolong sederhana. Hidupnya mengandalkan uang pensiun almarhum suaminya yang nilainya tidak besar. Ia menderita sakit selama belasan tahun, yang membuat dirinya harus bergantung pada perawatan medis. Namun menariknya, ibu ini hampir tidak pernah mengeluh. Ia bahkan sangat murah hati, senantiasa berbagi kepada orang lain yang membutuhkan dan memberikan persembahan dengan rutin ke gereja.

Ibu ini menggambarkan dengan baik keadaan jemaat Smirna. Jemaat Smirna bersama dengan jemaat Filadelfia adalah dua jemaat yang tidak dicela oleh Tuhan Yesus di antara tujuh jemaat yang disapa dalam kitab Wahyu. Melalui Yohanes, Tuhan menyapa jemaat Smirna, ”Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu – namun engkau kaya …”(ay. 9). Jemaat Smirna susah karena mereka dianiaya; miskin karena kondisi ekonomi mereka sulit. Namun menariknya, Tuhan menyebut mereka kaya. Mengapa? Karena mereka tidak meratapi kesusahan dan kemiskinan mereka.

Di akhir bulan ini, kita diajak untuk mengalami damai sejahtera Kristus yang bangkit dan menyertai kita. Kita diminta untuk terus merasakan kasih dan kuasa-Nya, sehingga meskipun hidup kita susah, berat dan bergumul, kita dapat terus bersyukur dan memiliki jiwa yang kaya. Kaya, karena kita tidak mudah mengeluh dan berputus asa menjalani hidup kita yang penuh pergumulan dan harus berjuang.

DOA:

Tuhan, kami rindu merasakan kuasa kebangkitan-Mu sehingga dapat terus bersyukur dan berpengharapan. Amin.

Mzm. 122; Est. 8:1-17; Why. 2:8-11

Latest ARTICLE