Roma 1:18-25
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah...
Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. (Rm. 1:21)
Masih ada anggota jemaat yang berpendapat bahwa kesetiaan memberikan persembahan akan membuat Allah melipatgandakan berkat-Nya melalui bisnis atau pekerjaannya. Persembahan dipandang sebagai investasi dalam Kerajaan Allah. Kelak ia akan mendapat keuntungan dari pemberiannya itu.
Gambaran Allah dalam pikiran kita akan mempengaruhi sikap kita kepada Allah. Hal itu akan terlihat dalam perilaku kita sehari-hari. Itulah kondisi yang digambarkan Paulus. Berangkat dari pemikiran yang keliru tentang Allah, orang-orang di Roma menggantikan kemuliaan Allah dengan gambaran yang mirip dengan manusia, burung, binatang berkaki empat, atau binatang menjalar (ay. 23). Akibatnya, Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran (ay. 24), hawa nafsu yang memalukan (ay. 26), dan pikiran yang terkutuk (ay. 28). Dengan kata lain, kondisi batin mereka makin memburuk.
Pandangan manusia yang rendah tentang Allah menghancurkan manusia itu sendiri dan juga menghambat kesaksian hidupnya. Pandangan yang benar tentang Allah merupakan dasar yang utama bagi kehidupan kekristenan. Hampir semua kesalahan dalam doktrin atau kegagalan dalam menerapkan etika Kristen berpangkal pada pandangan yang salah dan kurang mulia tentang Allah. Bagaimana Anda memandang Allah dalam kehidupan Anda?
Refleksi:
Pandangan yang salah tentang Allah membawa kehancuran, pandangan yang benar tentang Allah mendatangkan keteguhan.
Mzm. 131; Yer. 27:1-11, 16-22; Rm. 1:18-25