17 August 2016 / Renungan Harian

Merdeka untuk Memerdekakan


media

Merdeka untuk Memerdekakan

Lukas 19:45-48

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ... (Luk.19:45)

Kisah hidup Yesus sungguh menarik. Ia memang menjalani proses seperti layaknya seorang laki-laki Yahudi. Ia juga mengajar dan mengangkat murid seperti guru Yahudi lainnya. Namun, Ia tidak sekadar mengikuti cara-cara biasa. Yesus mengajar dengan cara unik atau cara yang tidak mudah. Yesus bertindak secara merdeka demi memerdekakan orang lain.

Kisah hari ini salah satu contohnya. Yesus tidak bersedia tunduk pada lembaga keagamaan yang menindas. Saat para pemuka agama mengambil keuntungan dari kegiatan perdagangan dan penukaran uang, Yesus marah besar. Ia berupaya memerdekakan orang-orang yang hendak beribadah dari tangan para penyamun rohani.

Ulang tahun kemerdekaan RI mengingatkan kita kepada orang-orang yang memilih hidup secara merdeka demi memerdekakan bangsa Indonesia. Mereka berjuang, bahkan ketika pihak yang berkuasa mengancam nyawa mereka. Para pejuang mengangkat senjata sekalipun kekuatan tidak sepadan. Sebagian yang lain mengangkat pena sekalipun keselamtan mereka terancam. Yang lain lagi mengangkat suara membakar semangat anak bangsa. Perjuangan itu tidak hanya untuk merebut kemerdekaan, tetapi juga untuk mempertahankan dan mengisinya. Para pejuang kemanusiaan dan HAM melanjutkannya pada masa kini. Bagaimana dengan kita? Apakah kita cukup merdeka untuk berani berbuat sesuatu sehingga dapat memerdekakan orang lain?

 


Doa:

Tuhan, ajarlah kami dan bangsa kami untuk berani hidup secara merdeka sehingga memerdekakan orang lain juga. Amin

 

Mzm.32; Yer.25:30-38; Luk.19:45-48

Latest ARTICLE