Kisah Para Rasul 17:1-9
Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas...
dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka. (Kis.17:4)
Ada orang yang mengatakan bahwa saat seseorang mengikatkan diri pada sesuatu, kebebasannya akan hilang. Misalnya, orang yang menikah tidak bisa lagi bepergian sesuka hatinya karena ia harus memikirkan kebutuhan pasangannya juga. Demikian pula, saat seseorang bergabung dengan suatu komunitas, ia tidak bisa lagi bertindak sesuka hati karena memiliki tanggung jawab untuk ikut mengembangkan dan menjaga nama baik komunitas itu. Karena itu, ada saja orang yang tidak mau mengikatkan diri pada suatu hubungan atau komunitas.
Bacaan kita menunjukkan bahwa banyak orang, termasuk para perempuan terkemuka, justru bergabung dengan Paulus dan Silas setelah mendengarkan pengajaran mereka. Apakah mereka tidak takut menjadi terkekang karena bergabung dengan Paulus dan Silas? Bukankah sebagai perempuan terkemuka, mereka memiliki kebebasan istimewa? Tampaknya mereka melihat sesuatu yang berbeda dengan keterikatan itu.
Keterikatan kepada Mesias yang telah bangkit justru membuat mereka merdeka. Mereka tidak lagi diliputi ketakutan karena kuasa dosa yang menyesak, tidak lagi dipenuhi kekalutan karena ketidakpastian masa depan. Karena Sang Mesias telah mati bagi semua orang, maka setiap orang yang mau terikat kepada-Nya justru menerima kemerdekaaan. Memang tidak bebas dalam arti "semau gue", tetapi bebas untuk bertindak benar tanpa rasa takut karena telah diselamatkan.
Doa:
Tuhan, kami ingin selalu merdeka dengan mengikatkan diri kami kepada-Mu. Amin
Mzm.103:1-8; 2Taw.8:12-15; Kis.17:1-9