(Mat.4:16)
">
Matius 4:12-23
"..bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." (Mat.4:16)
Yohanes Pembaptis ditangkap dan dipenjarakan di ruang bawah tanah istana Makaerus dan Herodes. Tuduhannya adalah bahwa ia dianggap telah menghina Herodes di depan umum. Teguran Yohanes terhadap Herodes yang mengusir istrinya dan kemudian mengambil iparnya sebagai istri dianggap sebagai hinaan. Setiap orang yang berani menegur raja dianggap menghina dan untuk itu tidak ada yang selamat. Begitu pula dengan Yohanes, ia kemudian dieksekusi dengan dipenggal.
Kejadian itulah yang membuat Yesus harus meninggalkan Yerusalem. Sepintas terlihat bahwa kepergian Yesus adalah untuk menghindari kemarahan Herodes. Namun, menurut pemahaman Matius, semua yang dilakukan Yesus sebenarnya penggenapan dari nubuat dalam Perjanjian Lama. Kepergian Yesus ke Galilea agar "bangsa yang diam dalam kegelapan" dapat melihat Terang yang besar. Galilea merupakan bagian dari Palestina yang pada zaman Yesus mempunyai reputasi negatif. Wilayah itu dicap kafir karena banyak terpengaruh oleh bangsa-bangsa lain (Mat.4:15).
Bagi Tuhan, tidak ada yang kebetulan. Demikian juga bagi setiap anak-anak Tuhan. Setiap peristiwa yang membuat kita kini berada dalam sebuah tempat tertentu mestinya dapat kita pahami bahwa di situlah Tuhan menghendaki kita berada. Bahkan lebih dari itu, di tempat itulah Tuhan menghendaki kita juga menjadi saksi-Nya, memancarkan Terang Kristus.
Refleksi:
Di mana pun kita berada, Tuhan menghendaki kita dapat memancarkan sinar-Nya.
Yes.9:1-4; Mzm.27:1, 4-9; 1Kor.1:10-18; Mat.4:12-23