(Kel. 23:9)

">


19 September 2019 / Renungan Harian

MENJADI PENOLONG BAGI ORANG ASING


media

Keluaran 23:1-9

"Orang asing janganlah kamu tekan, karena kamu sendiri telah mengenal keadaan jiwa orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir." (Kel. 23:9)

Pada tahun 1941, ketika Nazi mengejar orang-orang Yahudi di Belanda, suami-istri Yahudi, Simcha dan Gisele Munzer menitipkan anak mereka Alfred yang berusia 9 bulan ke keluarga Tole Madna, warga Indonesia di Belanda. Alfred dijaga oleh Mima Saina, pembantu keluarga Tole Madna. Mima berusaha untuk mengamankan Alfred dari pemeriksaan Nazi. Selama empat tahun, Mima mengasuh dan menjaga Alfred seperti anaknya sendiri. Simcha, Giseler, dan Alfred adalah orang-orang asing bagi Mima Saina dan keluarga Tole. Namun, mereka mendapatkan perlakuan yang baik dan tulus.

Kitab Keluaran 23 ini mengungkapkan bagaimana umat Allah semestinya bersikap kepada sesama, termasuk kepada orang-orang asing. TUHAN mengingatkan, ketika berada di Mesir, umat Allah adalah orang-orang asing yang membutuhkan pertolongan. Jadi, sekarang ketika mereka sudah mendapatkan kasih dan kebaikan Allah, mereka pun seharusnya memperlakukan orang-orang asing yang berbeda dari mereka secara baik dan tulus.

Bacaan ini menyampaikan pesan yang relevan bagi kita; pesan tentang bagaimana kita bersikap kepada sesama, yakni kepada orang-orang asing yang berbeda dari kita. Karena kita telah menerima anugerah kasih dan kebaikan dari Allah, kita seharusnya meneruskan kasih dan kebaikan itu bagi sesama kita. Sebagaimana Allah telah lakukan bagi kita dan semua orang, kita juga berbuat baik kepada orang lain di sekitar kita dengan kasih dan ketulusan, tanpa sikap diskriminatif.

REFLEKSI: Allah menerima kita apa adanya. Dia telah berbuat baik kepada kita. Kita mestinya meneruskan kasih dan kebaikan itu kepada sesama kita.

Mzm. 113; Kel. 23:1-9; Rm. 3:1-8

Latest ARTICLE