(Ams. 14:16)

">


23 September 2019 / Renungan Harian

MENJADI ORANG YANG BIJAKSANA


media

Amsal 14:12-31

Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman. (Ams. 14:16)

Bruno Hagspiel, seorang penulis, menceritakan bahwa pernah terjadi seorang Skotlandia menghitung secara perlahan ketika ia menghadapi suatu kejadian yang membuatnya jengkel atau marah. Ia menghitung seperti ini, “Satu tomat, dua tomat, tiga tomat ....” Menurut Hagspiel, biasanya orang ini stop menghitung pada hitungan ke-60an karena ia merasa kejengkelan atau kemarahannya sudah tidak ada lagi.

Orang Skotlandia itu sebenarnya sedang berusaha untuk tidak melampiaskan rasa jengkel atau amarahnya. Ia sadar bahwa kalau tidak berhati-hati, ia akan hanyut oleh nafsunya sendiri, sehingga tidak mustahil akhirnya melakukan tindakan kejahatan yang bisa melukai orang lain dan juga dirinya sendiri. Ia berjuang mengendalikan “banjir bandang” nafsu atau rasa emosionalnya dengan cara menghitung; suatu cara yang efektif karena dengan menghitung, ia pada gilirannya mengalihkan pikiran dan kehendaknya dari luapan nafsu atau rasa emosional ke angka-angka hitungan. Cara menghitung itu diam-diam menjadikan orang Skotlandia itu bijaksana.

Ada cara lain yang lebih efektif supaya kita dapat menjadi orang yang bijaksana, yakni cara “takut akan TUHAN.” Cara ini dikerjakan dengan hati yang berdoa kepada TUHAN. Jadi, ketika banjir bandang nafsu atau rasa emosional melanda kita, hati kita segera berdoa kepada Allah. Kita memohon agar Roh-Nya yang kudus menenangkan kita. Teruslah berdoa sampai kita tidak lagi ingin melampiaskan nafsu atau rasa emosional kita.

REFLEKSI: Sikap takut akan TUHAN yang dipraktikkan dengan berdoa pada gilirannya menjadikan orang itu bijaksana.

Mzm. 12; Ams. 14:12-31; Kis. 4:1-12

Latest ARTICLE