Galatia 4:1-7
Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. (Gal.4:5)
“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat” (ay.4). Demikian penjelasan Paulus kepada jemaat di Galatia. Menurut Paulus, tujuan dari pengutusan itu satu: “supaya kita diterima menjadi anak” (ay.5). Yesus yang kedatangan-Nya dirayakan pada Minggu-minggu Adven ini, menjadi penebus manusia agar kita menjadi anak-anak Allah.
Lalu , apa yang hendak kita perbuat dalam menanggapi kehadiran Kristus? Pertama, terimalah diri kita apa adanya. Mengapa? Karena Allah telah menerima diri kita apa adanya. Kekuatan dan kelemahan diri kita, terimalah itu dengan wajar. Jangan sombong, juga jangan minder! Jika kita belum menerima kekuatan kita dengan wajar, maka sulit bagi kita menerima kekuatan orang lain. Jika kita belum menerima kelemahan kita dengan wajar, maka sulit bagi kita menerima kelemahan orang lain.
Kedua, terimalah orang lain apa adanya. Terimalah kekuatan orang lain, jangan iri! Dan terimalah kelemahan orang lain karena kita pun tidak hebat-hebat amat.
Ketiga, marilah kita meneliti hubungan kita dengan Allah selama ini. Kita adalah anak-anak Allah. Apakah sifat kita telah mencerminkan sifat-sifat Allah? Buah jatuh tak jauh dari pohonnya; artinya, sifat-sifat orangtua kita sedikit banyak ada dalam diri kita. Jika kita tidak memiliki sifat-sifat Allah, lalu kita anak siapa?
Doa:
Tuhan, mampukan kami untuk berperilaku sebagai anak-anak-Mu. Amin
Mzm.80:2-8, 18-20; 2Sam.7:18-22; Gal.4:1-7