MENIKMATI PEMBERIAN TUHAN
Pengkhotbah 6:1-6
Biarpun ia hidup dua kali seribu tahun, kalau ia tidak menikmati kesenangan: bukankah segala sesuatu menuju satu tempat? (Pkh. 6:6)
Ada seorang penjual tape keliling, ia membawa tapenya dengan pikulan. Satu waktu, dalam perjalanan keliling di satu jalan yang sangat sepi, ia ditolong seorang pengendara mobil pick up. Penjual tape ini naik di bagian bak belakang mobil pick up itu, tapi anehnya si penjual tape tetap memikul keranjang tapenya. Penjual tape tersebut tidak meletakkan bebannya, dan menikmati pertolongan yang ia terima.
Banyak orang mendapat pemberian Tuhan, tetapi tidak mampu menikmati pemberian itu. Menyedihkan, bukan? Kemampuan menikmati adalah bagian dari kebahagiaan. Menikmati merupakan ucapan syukur dari orang yang mendapat pemberian. Menikmati adalah bersyukur dan berbahagia atas pemberian Tuhan. Apalah artinya memiliki kekayaan jika tidak mampu menikmati kekayaan itu? (ay. 2). Apa artinya memiliki anak-anak, jika tidak dapat berbahagia dengan kehadiran mereka? (ay. 3). Ini berarti semua yang kita terima harus kita ketahui tujuan dan maknanya bagi hidup ini. Kebahagiaan terjadi bukan karena hal-hal yang kita miliki, tetapi karena Allah menganugerahkan kita kemampuan untuk menikmati pemberian-Nya.
Bergembiralah bukan karena segala sesuatu baik, tetapi karena Anda dapat melihat sisi baik dari segala sesuatu, yang berarti Anda bisa menikmati pemberian Tuhan. Pemberian Tuhan dan kemampuan menikmatinya menjadikan kita mengalami pertumbuhan iman yang baik dalam hidup ini.
DOA:
Tuhan ajarlah saya menikmati pemberian-Mu dengan rasa syukur. Amin.
Mzm. 33:12-22; Pkh. 6:1-6; Kis. 7:1-8