1 Korintus 5:9-13
...supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu... (1Kor.5:11)
Salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seseorang adalah lingkungan masyarakat. Biasanya seseorang bertindak berdasarkan kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungan sekitarnya. Sebagai orang Kristen, kita memiliki dua status, yaitu warga Kerajaan Allah dan bagian dari warga masyarakat. Bagaimana kita membangun relasi keduanya?
Rasul Paulus menasihati jemaat di Korintus untuk memperhatikan bagaimana mereka harus hidup. Ia menasihati mereka untuk membuang "ragi yang lama" (1Kor.5:7). Ragi disini adalah simbol dosa dan kejahatan yang harus dibersihkan dari kehidupan umat Allah yang kudus, Yesus telah membersihkan kita dari dosa, maka kita pun harus menjauhkan diri dari ragi percabulan, kedengkian, dan kejahatan, serta mendekatkan diri pada kemurnian dan kebenaran.
Merupakan tantangan tersendiri saat kita berbaur di tengah sesama kita. Kita diingatkan untuk bersikap bijaksana dalam menjalin relasi dengan orang lain. Teman atau orang di sekitar kita bisa saja membawa kita makin jauh dari Tuhan. Jika kurang jeli dan kurang bijaksana dalam bergaul, dalam waktu singkat kita bisa terjerumus dan masuk ke jurang dosa. Bergaullah dengan bijaksana dan tetaplah menjadi berkat! Jangan biarkan diri kita dibentuk dunia, melainkan kita yang membentuk dunia dengan kebenaran Kristus.
Doa:
Tuhan, tolong kami agar tidak diubah dunia, tetapi mengubah dunia. Amin.
Mzm.50; Neh.13:1-3, 23-31; 1Kor.5:9-13