(Luk.14:18)
">
Lukas 14:15-24
"Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf." (Luk.14:18)
Saat akan bepergian bersama, tentu menyenangkan jika semua orang sudah siap. Sangat menyebalkan jika kita menjemput teman seperjalanan kita, tetapi ia belum siap. Kita harus menunggunya mandi, berdandan, dan menyiapkan perlengkapannya. Apalagi jika ternyata tanpa pemberitahuan dan alasan yang masuk akal, ia membatalkan keikutsertaannya. Betapa kecewanya!
Tuan rumah yang mengundang perjamuan tentunya juga merasakan kekecewaan yang sama. Orang-orang sudah diundang jauh-jauh hari. Perjamuan sudah disiapkan sebaik-baiknya. Ketika tiba waktunya, orang-orang yang diundang lebih memilih kepentingan mereka sendiri daripada datang ke perjamuan itu. Bukankah mengecewakan? Penolakan itu menunjukkan bahwa orang-orang itu menganggap sepele perjamuan itu dan pengundangnya. Mereka tidak menganggap penting untuk datang. Mereka tidak menganggap pengundangnya sebagai orang penting atau perlu ditanggapi serius.
Mengikut Tuhan tidak boleh seperti itu. Tuhan harus selalu menjadi yang paling utama. Tidak ada satu kepentingan pun yang lebih utama daripada kehendak Tuhan. Saat Tuhan menghendaki kita untuk menjadi penatua gereja, itulah hal yang harus dilakukan. Saat Tuhan menghendaki kita menjadi ketua RT, itu pula yang harus dipilih. Demikian pula dengan hal-hal lain. Tuhan memanggil kita turut dalam perjamuan-Nya, dalam perayaan karya-Nya. Tanggapilah dengan serius!
Doa:
Tuhan, ajarlah kami untuk menanggapi firman-Mu dengan serius. Amin
Mzm.119:65-72; Yes.57:14-21; Luk.14:15-24