Kejadian 8:20-9:7
"Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia...
dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup..." (Kej.8:21)
Seorang remaja nekat meninggalkan rumah. Ia baru saja bertengkar dengan orang tuanya. Ia berjalan tak tentu arah hingga tiba di suatu tempat. Ia merasa lelah dan lapar. Ia ingin membeli makanan, tetapi ia tidak membawa uang. Untuk melepas lelah ia duduk di tepi jalan, dekat gerobak penjual mi ayam. Tiba-tiba, penjual mi ayam itu memanggilnya dan bertanya mengapa ia tampak begitu muram. Si remaja pun menceritakan apa yang terjadi. Penjual mi ayam kemudian memberinya semangkuk mi. Remaja itu sangat berterima kasih, "Bapak begitu baik, terima kasih banyak." Di luar dugaan, penjual mi menjawab: "Nak, Bapak hanya memberimu semangkuk mi dan engkau sangat berterima kasih. Orang tuamu telah merawatmu sejak bayi, apakah engkau sudah berterima kasih kepada mereka?" Akhirnya remaja itu menyadari kesalahannya dan kembali kepada orang tuanya.
Tuhan bisa memberikan hukuman ketika manusia lalai melakukan perintah-Nya. Namun, tidak berarti bahwa Ia jahat. Itu dilakukan untuk mendidik umat-Nya. Sesungguhnya Tuhan sangat menyayangi ciptaan-Nya itu. Setelah menghukum bumi dengan air bah, Ia kembali menunjukkan kasih sayang-Nya. Ia berjanji, "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi... dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup..."
Meskipun seringkali kita berdosa kepada Tuhan, Ia tetap menyatakan kasih-Nya kepada kita. Tidakkah kita bersyukur mempunyai Tuhan yang luar biasa?
Refleksi:
Bersyukurlah bila Tuhan menegurmu. Itu berarti Ia sangat menyayangimu.
Mzm.51:3-11; Kej.8:20 -- 9:7; Yoh.10:11-21