MENGHIDUPI KEHADIRAN ALLAH
Mazmur 33:12-22
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! (Mzm. 33:12)
Seorang anak kecil akan mudah menangis ketika tidak melihat orangtuanya. Kehadiran orangtua, secara kasat mata, sangat penting bagi seorang anak di masa kecilnya. Kehadiran merupakan bukti paling prinsip pernyataan kasih.
Demikian juga Allah, Ia memperkenalkan diri-Nya kepada umat-Nya, dan Ia menyebutkan nama-Nya. Nama-Nya adalah TUHAN. Pemazmur mengungkapkan kebahagiaan hidup yang dimiliki umat ketika umat dimiliki Allah, dan Allahnya ialah TUHAN. TUHAN di sini menunjuk pada Tetragrammaton (empat huruf suci) YHWH. Allah dikenal oleh umat-Nya karena kehadiran-Nya dalam sejarah umat-Nya. Kehadiran Allah yang peduli itu menjadi pokok nyanyian pemazmur. Kehadiran YHWH adalah kehadiran yang bertindak bagi umat dalam seluruh aspek kehidupan umat. Kehadiran Allah, pertama, meneguhkan sikap hati umat dalam kehidupan (ay. 15). Kedua, memelihara hidup umat dalam menghadapi persoalan-persoalan hidupnya (ay. 19). Dalam bagian lain Perjanjian Lama, Allah juga sering menyebut diri-Nya sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Sebutan itu juga menunjuk pada Allah yang hadir dalam sejarah hidup umat-Nya.
Allah selalu hadir dalam hidup ini dan Allah yang hadir itu menyertai kita. Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus menyertai kehidupan kita secara ajaib hingga hari ini dan selamanya. Mari kita menghidupi kehadiran Allah melalui kasih kepada-Nya dan sesama.
DOA:
Tuhan ajarlah aku menyadari kehadiran-Mu yang menguatkan hidupku. Amin.
Mzm. 33:12-22; Ayb. 21:1-16; Rm. 9:1-9