21 October 2018 / Renungan Harian

Menghayati Dengan Jiwa


media

Menghayati Dengan Jiwa
Yesaya 53:4-12

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yes. 53:5)

Di suatu siang yang terik, seorang pemilik delman tertidur pulas di atas delmannya setelah menikmati makan siangnya. Sementara kuda penarik delmannya dibiarkan kelaparan dan kehausan, dan dalam keadaan tetap terikat dengan delmannya di bawah terik sinar matahari. Pemilik delman itu kurang merawat kudanya sehingga kuda itu terlihat sangat kurus. Ia tidak menyadari bahwa rezeki yang ia peroleh setiap hari untuk menghidupi keluarganya ditopang oleh kuda penarik delman itu.

Beberapa ahli biblika berpendapat bahwa hamba yang menderita yang disebut di dalam Yesaya 53 tidak dapat dikaitkan dengan karya Tuhan Yesus Kristus. Namun tidak sedikit ahli yang menegaskan bahwa hamba yang menderita menunjuk langsung pada nubuat dan karya penderitaan dan penyelamatan Tuhan Yesus Kristus. Anda setuju pendapat yang mana, yang pertama atau yang kedua? Bagaimanapun, hamba yang menderita dan Yesus yang menderita memberikan hidup-Nya untuk orang lain.

Sudahkah kita menghayati dan bersyukur kepada Allah atas karya dan pengorbanan Yesus di kayu salib untuk keselamatan kita? Sudahkah kita merespons karya dan pengorbanan Yesus dengan sungguh-sungguh sehingga kita menjadi orang yang tidak menganggap remeh karya Allah yang Mahaagung itu? Tuhan Allah telah memberikan segala yang baik kepada kita. Bagaimana respons kita?


DOA:
Tolonglah kami Tuhan agar kami senantiasa bersyukur dan sungguh-sungguh menghargai karya-Mu yang agung itu. Amin.

Yes. 53:4-12; Mzm. 91:9-16; Ibr. 5:1-10; Mrk. 10:35-45

Latest ARTICLE