30 August 2016 / Renungan Harian

Mengajar dengan Benar


media

Mengajar dengan Benar

Titus 1:1-9

Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota... (Tit.1:5)

Seorang guru yang baik akan bahagia saat muridnya menjadi lebih baik dari dirinya. Sementara itu, seorang murid yang baik akan bisa melanjutkan pembelajaran dari gurunya kepada orang lain. Itu berarti suatu ilmu tidak pernah boleh berhenti; harus selalu berkembang dan harus selalu berlanjut kepada orang lain.

Itulah kiranya yang dialami oleh Titus. Tentu menyenangkan jika ia bisa selalu bersama Paulus, gurunya. Ia bisa belajar lebih banyak. Namun, Titus justru ditinggalkan di Kreta. Bahkan, ia diberi tugas yang tidak ringan. Setelah belajar dari Paulus, ia harus melanjutkan pembelajaran itu kepada orang lain. Kalau awalnya Paulus yang mengajar dan mengatur jalannya kehidupan jemaat, kini Titus harus melanjutkannya. Selain itu, Titus harus memilih penatua-penatua yang akan bersamanya mengatur kehidupan jemaat. Tentu Titus harus memilih dengan hati-hati, bahkan harus mengajari dan mendampingi penatua-penatua baru itu.

Dalam hidup, kita selalu menerima hal baru dari para guru kita. Guru yang dimaksud bisa orang tua, pengajar di sekolah, orang lain yang darinya kita belajar, buku-buku, atau hal lain. Namun, hal baru itu harus kita lanjutkan. Kebenaran dan kebaikan harus menjadi milik bersama. Setelah belajar, mengajarlah dengan benar. Kabarkanlah berita baik yang membawa kebenaran dan pembaruan. Dengan demikian, karya Tuhan pun dilanjutkan.

 


Doa:

Tuhan, ajarlah kami untuk belajar dengan baik lalu mengajar dengan benar. Amin

 

Mzm.119:65-72; Yes.2:12-17; Tit.1:1-9

Latest ARTICLE