05 September 2016 / Renungan Harian

Mendua Hati


media

Mendua Hati

2 Raja-raja 17:24-41

Mereka berbakti kepada TUHAN, tetapi dalam pada itu mereka beribadah kepada allah mereka sesuai dengan adat bangsa-bangsa... (2Raj.17:33)

Sesudah 30 September 1965, pemerintah mengharuskan setiap warga negara untuk memeluk suatu agama. Agama Kristen merupakan salah satu pilihan. Di beberapa daerah, banyak orang menyatakan diri masuk kristen. Jumlah orang Kristen bertambah pesat. Namun, pertambahan jumlah itu tidak disertai dengan peningkatan kualitasnya. Mengapa? Karena sebagian orang memeluk agama Kristen sebagai formalitas saja. Banyak yang belum sungguh-sungguh menjiwai keyakinan barunya. Mereka masih hidup menurut cara hidup lama. Keyakinan baru belum sungguh-sungguh diimani, sedangkan keyakinan lama masih terus dibawa.

Itu juga yang terjadi di Samaria karena banyak orang asing ditempatkan raja Asyur di sana. Mereka ditempatkan di sana untuk menggantikan orang-orang yang diangkut ke pembuangan. Mereka itu tidak mengenal Allah Israel, yakni Tuhan Semesta Alam. Mereka hidup di luar Tuhan. Karenanya, Tuhan melepaskan singa-singa untuk membunuh mereka. Orang-orang asing itu kemudian memutuskan untuk belajar berbakti kepada Tuhan Semesta Alam. Sayangnya, bersamaan dengan itu, mereka masih menyembah ilah-ilah lain juga. Mereka mendua hati dan tidak sepenuhnya berbakti kepada Tuhan.

Hal itu mungkin juga terjadi dalam hidup kita. Mungkin selama ini kita menduakan Kristus dengan jimat-jimat kita atau menduakan Kristus dengan cara hidup kita yang lama. Jika itu terjadi, kita harus bertobat.

 


Refleksi:

Pengikut Kristus yang sejati tidak mendua hati.

 

Mzm.101; 2Raj.17:24-41;1Tim.3:14 - 4:5

Latest ARTICLE