(Luk. 16:31)

">


29 September 2019 / Renungan Harian

MENDENGARKAN KESAKSIAN


media

Lukas 16:19-31

"Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." (Luk. 16:31)

Perilaku aneh telah ditunjukkan Kaisar Menelik II dari Etiopia. Perilaku aneh itu ialah kebiasaan memakan beberapa halaman Alkitab jika sang kaisar jatuh sakit. Sang kaisar yakin bahwa Alkitab dapat menyembuhkan segala penyakit. Pada Desember 1913 Kaisar Menelik II diduga sakit jantung. Mendengar itu, sang Kaisar pun memerintahkan pelayannya untuk menyediakan Kitab Raja-raja sebagai obatnya. Hari demi hari sang kaisar menyantap halaman-halaman Kitab Raja-raja yang tebal itu. Sebelum semua halaman kitab itu habis dimakan, sang kaisar didapati meninggal dunia.

Kaisar Menelik II memandang Alkitab secara keliru. Alkitab seharusnya disantap bukan dalam pengertian harfiah, tetapi dalam pengertian kiasan, yakni sebagai makanan bagi hidup rohani kita. Dengan Alkitab, orang mendengarkan kesaksian tentang jalan, kebenaran, dan hidup yang sejati. Kesaksian Alkitab dari Musa sampai dengan para nabi, “Bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2Tim. 3:16). Dengan mendengarkan kesaksian Alkitab selama hidup di dunia ini, dan dengan pertolongan Roh Kudus, orang pun tiba pada keselamatan Allah Bapa di surga.

Orang kaya dalam cerita Injil Lukas ini tidak mau mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi. Itulah sebabnya ia tiba pada jalan penderitaan. Selama hidup di dunia ini, marilah kita mendengarkan kesaksian Alkitab sebab firman Tuhan adalah terang bagi hidup kita.

REFLEKSI: Mendengarkan kesaksian Alkitab merupakan langkah menentukan untuk merayakan hidup di dunia ini dan menyambut kematian.

Am. 6:1a, 4-7; Mzm. 146; 1Tim. 6:6-19; Luk. 16:19-31

Latest ARTICLE