Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat..." (1Ptr. 3:10)
">
1 Petrus 3:8-18a
"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat..." (1Ptr. 3:10)
Hidup semestinya dicintai karena hidup adalah anugerah. Masalahnya sekarang, bagaimanakah mencintai hidup sebagai anugerah Allah ini? Pertanyaan itu mengarahkan kita pada pentingnya menemukan dan mengembangkan kualitas hidup. Singkatnya, mencintai hidup adalah perihal bagaimana hidup menjadi berkualitas.
Menurut Rasul Petrus, hidup disebut berkualitas bila orang mampu menjaga lidah dari yang jahat. Artinya, kejahatan tidak menguasai orang itu. Kehidupan orang yang dikuasai kejahatan bisa dipastikan tidak berkualitas karena arah kejahatan selalu menuju kehancuran. Sebaliknya, kehidupan orang menjadi berkualitas bila sesuai dengan asas dan dasar panggilan hidupnya. Petrus menyebutnya sebagai hidup yang memberkati.
Supaya kualitas hidup tampak, Petrus menganjurkan umat supaya rajin berbuat baik. Itu penting dan sangat mendasar karena orang yang rajin berbuat baik umumnya akan mendapat kebaikan juga. Namun, bila untuk kebaikan kita harus menderita, kita tidak perlu berhenti berbuat baik. Ada nasihat yang sangat penting disampaikan Rasul Petrus, "Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat" (ay. 17). Dengan pemahaman seperti itu, niscaya hidup menjadi berkualitas karena tindakan kita tidak bergantung pada balasan orang lain.
DOA:
Tuhan, kami ingin mencintai hidup karena hidup ini adalah pemberian kasih-Mu. Amin.
Mzm. 77; Ayb. 5:8-27; 1Ptr. 3:8-18a