Ulangan 7:12-26
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat.6:33)
Doni sering diminta ibunya untuk berbelanja ke warung. Setiap kali menolong ibunya, Doni selalu meminta upah seribu rupiah. Hingga suatu kali ibu menasihati, "Doni, janganlah selalu meminta upah. Ibu pasti memberikan yang terbaik tanpa kamu minta. Ibu hanya ingin kamu menjadi anak yang baik dan taat."
Setiap orang tentu ingin diberkati. Berkat seringkali dipahami sebagai pemberian, rezeki, sesuatu yang baik. Pemahaman itu tentu saja benar. Namun, ada hal penting yang tidak boleh dilupakan. Berkat selalu terkait dengan perkenan Tuhan. Itu berarti berkat tidak bisa didapatkan dengan menghalalkan segala cara. Materi bisa didapatkan manusia dengan usahanya, termasuk dengan cara yang tidak benar. Namun, berkat tidaklah demikian. Berkat hanya didapat atas izin Tuhan.
Tuhan menjanjikan berkat bagi umat bila mereka hidup dalam perkenan-Nya. Umat harus hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan. Segala berkat telah disediakan Tuhan untuk umat-Nya. Berkat adalah bonus dari Tuhan. Hal yang lebih utama adalah hidup dalam kasih setia kepada Tuhan.
Sebagaimana Tuhan menghendaki umat Israel patuh dan setia kepada-Nya. Tuhan pun memanggil kita untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. Artinya, mencari perkenan Tuhan dan hidup seturut kehendak-Nya.
Refleksi:
Berkat Tuhan tersedia bagi orang-orang yang diperkenan-Nya.
Mzm.1; Ul.7:12-26; Kol.4:7-17