2 Petrus 3:8-13
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya... (2Ptr.3:9)
Tentunya anda pernah berjanji. Masalahnya, apakah anda menepati semua janji anda? Walaupun telah berusaha, kadang kita tidak bisa menepati janji kita. Jangankan janji kepada pihak lain, janji kepada diri sendiri pun sering kita ingkari. Mungkin itu sebabnya kadang kita tidak mempercayai orang lain, bahkan meragukan diri sendiri.
Namun, tidak demikian halnya dengan Tuhan. Rasul Petrus menegaskan bahwa Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya. Petrus meyakinkan orang-orang percaya bahwa hari Tuhan pasti akan datang. Namun, tidak seorang pun tahu kapan waktunya karena perhitungan Tuhan jauh berbeda dengan perhitungan manusia. Satu hari sama dengan seribu tahun dan seribu tahun sama dengan satu hari. Hari itu akan tiba seperti pencuri, tidak dapat diduga sebelumnya.
Betapa dahsyatnya hari Tuhan itu. Segala unsur dunia akan dihanguskan. Karena itu, Petrus menasihatkan agar umat Tuhan hidup suci dan saleh. Umat harus hidup dengan takut dan gentar di hadapan Tuhan. Hal ini dikatakannya agar orang percaya tidak menganggap sepele panggilan hidupnya. Kadang ada orang percaya yang angkuh. Mereka merasa sudah selamat dan tidak perlu berusaha hidup baik. Tentu saja anggapan itu keliru. Tuhan memang telah mengampuni dan berkenan menyelamatkan kita. Namun, Tuhan menghendaki kita hidup dalam kesucian. Dengan demikian, kita dilayakkan untuk menantikan langit dan bumi baru.
Refleksi:
Dalam menantikan janji Tuhan,
kita harus berusaha hidup suci sekalipun tidak sempurna.
Mzm.73; Yun.3:1-10; 2Ptr.3:8-13