Mazmur 103:1-8
Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. (Mzm.103:5)
Hasrat adalah keinginan yang sangat kuat. Setiap orang yang memiliki keinginan, apalagi hasrat, hidupnya menjadi lebih hidup. Itu karena dia akan berupaya menggapainya dan tidak pernah berdiam diri. Namun, cara seseorang menggapai hasratnya itu bisa menjadi persoalan. Ketika ia memilih menghalalkan segala cara, hasratnya bisa saja tergapai, tetapi bagaimana dengan orang-orang disekitarnya? apakah mereka tetap dihargai dan tidak dirugikan?
Pemazmur mengajak dirinya sendiri untuk memuji Tuhan karena merasakan kebaikan, pengampunan, penyembuhan, dan penebusan dari Tuhan. Hal itu dirasakannya sebagai pemenuhan segala hasratnya. Hal itu menunjukkan bahwa Pemazmur menyadari bahwa segala hasrat yang dimilikinya dalam hidup hanya akan terpuaskan ketika digapainya dengan cara-cara yang berkenan bagi Tuhan, seturut dengan kehendak Tuhan. Pencapaian hasratnya hanya akan memuaskan ketika juga memenuhi rasa keadilan dan kasih dalam relasi dengan Tuhan dan sesama.
Bangsa kita dijajah oleh hasrat kekuasaan bangsa-bangsa yang tidak peduli dengan keberadaan bangsa Indonesia. Namun, bangsa kita menjadi merdeka karena hasrat para pendahulu kita yang sadar akan hak dan keadilan yang harus diperjuangkan. Karena itu, masa kemerdekaan ini seharusnya kita isi dengan kebaikan sehingga hidup kita makin merdeka sekaligus tidak menindas pihak lain.
Doa:
Tuhan, ajarlah kami untuk memuaskan hasrat kami dengan kebaikan dan dengan cara-cara yang benar. Amin
Mzm.103:1-8; Bil.15:32-41; Ibr.12:3-17