. (Kis. 13:34)
">
Mempersaksikan Tuhan Yang Bangkit
Kisah Para Rasul 13:26-34
"Allah telah membangkitkan Dia … dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan". (Kis. 13:34)
Banyak orang tak pernah sakit seumur hidup, namun tak ada manusia yang tak mati. Takdir setiap makhluk adalah mati. Di samping itu, dalam agama-agama lain juga ada kepercayaan perihal kehidupan setelah mati. Namun, Kekristenan menawarkan ajaran tambahan. Kekristenan abad pertama mengajukan kebangkitan orang mati, yakni bangun dan hidupnya orang mati dari kematian.
Perikop hari ini adalah tentang kesaksian Paulus akan kematian dan kebangkitan Yesus. Itu terjadi di Pisidia. Paulus bukan melulu berbicara perihal ketidakadilan dan hukuman mati atas Yesus. Paulus juga mempersaksikan kebangkitan Yesus. Cukup panjang Paulus mengabarkan kebangkitan Kristus, dalam enam ayat. Berita kebangkitan Yesus telah membentuk dan menumbuhkan persekutuan gereja perdana.
Hingga kini, gereja bukan hanya berpegang pada ajaran akan kebangkitan Kristus. Gereja juga berkumpul untuk memperingati dan merayakan kebangkitan Kristus pada hari pertama dalam pekan (Luk. 24:1). Hari Minggu adalah hari Tuhan. Beberapa gereja, dalam memperingati kebangkitan Kristus, juga mengadakan perjamuan kudus. Ibadah hari Minggu kita adakan bukan karena perintah atau kewajiban semata. Kita beribadah pada hari Minggu adalah sebagai kesempatan memperingati Tuhan (1Kor. 11:24) yang bangkit. Dengan memperingati kebangkitan-Nya, kita mempersaksikan bahwa kita beribadah kepada Allah yang hidup dan berkarya hingga kini.
DOA:
Tuhan, kami ingin berkomitmen agar pertobatan kami tidak hanya sebatas mulut dan perut. Amin.
Mzm. 1; Yer. 13:12-19; Kis. 13:26-34