22 June 2017 / Renungan Harian

Memohon Kepada TUHAN


media

Memohon Kepada TUHAN

Mazmur 69:6-11, 17-19

Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! (Mzm. 69:18)

Apa yang kita lakukan ketika sedang menghadapi masalah yang menghimpit kita? Benar, berdoa. Kita memohon kepada Tuhan agar Ia mendengarkan keluhan kita. Kita berdoa agar Tuhan memberi kelegaan kepada kita. Kita berdoa dalam keluhan, bahkan dengan air mata. Dalam doa, kita memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan.

Relasi yang dekat antara Pemazmur dan Tuhan menjadikannya bebas berekspresi. Ia mengungkapkan doanya dalam pujian dan permohonan. "Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku!" Itulah yang diungkapkan Pemazmur saat ia merasakan kesesakan karena musuh menghimpitnya. Ia mengakui segala kebaikan Tuhan yang telah dan akan selalu menyertainya. Pemazmur memohon agar Tuhan tidak "menyembunyikan wajah-Nya" - agar Tuhan tidak mengabaikan, tetapi memperhatikannya. Pemazmur juga memohon jawaban kebaikan Tuhan yang akan melegakannya dari segala kesesakan.

Ketika manusia memohon agar Tuhan tidak menyembunyikan wajah, apakah berarti Tuhan memang menyembunyikan wajah-Nya? Tidak. Tuhan tidak pernah menyembunyikan wajah-Nya atau meninggalkan manusia. Tuhan selalu hadir dan dekat dalam kehidupan manusia. Membuka hati bagi pertolongan-Nya adalah sarana merasakan kehadiran-Nya. Mari kita membuka hati untuk Tuhan. Mari memohon kepada Tuhan di dalam doa.

 


Doa:

Tuhan, terima kasih untuk pertolongan-Mu yang menguatkan kami. Amin

 

Mzm. 69:8-11[12-16]17-19; Yer. 18:12-17; Ibr. 2:5-9

Latest ARTICLE