Kejadian 6:1-6
...maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. (Kej.6:6)
Legenda Malin Kundang menceritakan seorang pemuda yang dikutuk menjadi batu oleh ibunya sendiri. Malin Kundang durhaka terhadap sang ibu. Malin yang kaya raya tidak mau mengakui ibunya yang miskin dan renta. Tentu saja hal itu sangat memilukan hati sang ibu. Ia tak kuasa menahan diri dan mengeluarkan kata-kata kutukan atas anaknya sendiri. Dalam sekejap Malin yang durhaka itu menjadi batu.
Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa, makin hari makin bertambah dosa manusia. Manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah telah kehilangan kemuliaan Allah. Manusia hidup dan berbuat semau sendiri. Terhadap perintah dan pimpinan Tuhan, mereka tidak mau peduli. Segala kecenderungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Maka Tuhan menyesal telah menjadikan mereka. Alkitab mencatat bahwa hal itu telah memilukan hati Tuhan. Manusia telah mengecewakan Tuhan, telah mendukakan hati-Nya.
Demikian juga, dengan pilu Yesus meratapi Yerusalem: "Yerusalem, Yerusalem... Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya dibawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau" (Luk.13:34). Tuhan mengasihi manusia. Namun, manusia lebih sering membalas air susu dengan air tuba. Tanpa disadari kita sering memilukan hati Tuhan.
Refleksi:
Jangan buat Tuhan menyesal telah menjadikan dan membentuk kita!
Mzm.51:3-11; Kej.6:1-6; 1Tim.1:1-11