(1Sam.6:6)
">
1 Samuel 6:1-16
"Mengapa kamu berkeras hati, sama seperti orang Mesir dan Firaun berkeras hati?" (1Sam.6:6)
"Besar pasak daripada tiang." Ungkapan itu menggambarkan orang yang pengeluarannya lebih besar daripada pemasukannya. Bisa saja hal itu terjadi karena pendapatannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, sangat mungkin juga hal itu terjadi karena keinginan untuk memuaskan rasa bangga diri sangat besar. Orang itu merasa gengsi jika rumah, pakaian, kendaraan, atau barang lainnya kurang mewah jika dibandingkan dengan barang tetangga atau temannya. Segala macam cara dilakukannya supaya tidak kalah dibanding orang lain. Menjalani hidup semacam itu sama halnya dengan tidak hidup. Orang itu hanya mengejar kebanggaan dan tidak menikmati hidupnya.
Raja-raja orang Filistin boleh berbangga diri karena mengalahkan orang Israel, bahkan berhasil merebut tabut Tuhan. Namun, mereka kemudian ditimpa kemalangan karena tulah dari Tuhan. Akhirnya mereka harus memilih: kebanggaan atau hidup mereka. Berdasarkan nasihat yang bijaksana, mereka kemudian memilih hidup. Tak masalah kebanggan mereka berkurang karena harus mengembalikan tabut Tuhan, asalkan hidup mereka kembali bisa dinikmati.
Dalam hidup pribadi, bergereja, berbangsa, kadang kita juga harus memilih antara hidup dan kebanggan diri. Pilihlah hidup agar karunia Tuhan ini bisa sungguh-sungguh dinikmati dalam segala kepenuhannya.
Doa:
Tuhan, ajarlah kami untuk dengan bijaksana memilih hidup dibandingkan kebanggaan diri. Amin
Mzm.82; 1Sam.6:1-16; Mat.24:15-27