(Luk.18:24)
">
Lukas 18:18-30
"Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Luk.18:24)
Seorang ibu membawa anaknya yang masih kecil bertamu ke rumah saudara mereka. Si anak begitu senang karena mereka dijamu rupa-rupa makanan. Yang paling memikat hatinya adalah sebuah toples berisi permen berwarna-warni. Segera ia mengambil segenggam penuh permen-permen itu. Akibatnya, ia tidak bisa mengeluarkan tangannya dari toples itu. Sang ibu memberitahunya bahwa ia harus melepaskan genggamannya terlebih dahulu. Setelah ia melepaskan genggamannya, tangannya bisa dikeluarkan.
Tuhan Yesus berkata bahwa orang kaya sukar masuk ke dalam Kerajaan Surga. Itu terjadi karena mereka enggan melepaskan diri dari keterikatannya dengan harta benda. Demikianlah yang terjadi pada seorang pemimpin yang datang kepada Yesus. Sebetulnya, ia seorang yang taat beribadah. Bahkan, ia merasa telah melakukan segala perintah Tuhan sejak masa mudanya. Namun, ada satu kekurangannya. Ia tidak mau melepaskan diri dari keterikatan dengan hartanya.
Firman Tuhan ini berlaku untuk kita semua, entah miskin entah kaya. Inti Firman Tuhan ini ialah: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." Artinya, hidup yang kekal adalah karunia Tuhan, tidak bisa diupayakan manusia, tidak dengan melakukan segala hukum agama atau rajin bersedekah. Kita menerimanya ketika kita bersedia melepaskan genggaman kita kepada dunia dan menyerahkan diri total kepada Tuhan.
Refleksi:
Kita perlu melepaskan segala ikatan yang menghambat kita untuk datang kepada Tuhan.
Mzm.101; 2Raj.18:19-25; 19:1-7; Luk.18:18-30