03 July 2019 / Renungan Harian

MEMBONGKAR PERANGKAP


media

MEMBONGKAR PERANGKAP
Mazmur 140

Orang congkak dengan sembunyi memasang jerat terhadap aku, dan mereka membentangkan tali-tali sebagai jaring, di sepanjang jalan mereka menaruh perangkap terhadap aku. (Mzm. 140:6)

Kejahatan yang membawa kenikmatan pada umumnya menjerat. Korupsi misalnya. Praktik ini adalah jalan pintas untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Tak perlu membuang banyak energi untuk bekerja. “Mudah dan cepat” menjadi daya pikat melakukan korupsi dan akhirnya memerangkap manusia dalam “budaya” tipu-menipu.

Kejahatan itu dimulai dari hati yang menghasratkan. Bila hasrat hati jahat, maka perilaku orang pun akan jahat. Pemazmur merasakan kejahatan dari orang yang disebut fasik atau congkak, yang karena hasrat hatinya yang jahat lalu memasang perangkap guna mencelakai pemazmur. Orang-orang jahat itu tak segan-segan melakukan kekerasan guna membungkam Daud, sang pemazmur. Dalam situasi yang demikian, Daud datang meminta pertolongan kepada Allah. Ia yakin akan kekuatan Allah yang mampu membongkar perangkap kejahatan yang dirancangkan atasnya. Kekuatan Allah akan menghadirkan kebaikan dan menyelamatkannya dari perangkap orang-orang jahat.

Orang jahat akan selalu ada dan perangkap yang mencelakakan tidak selalu berupa musuh yang kasat mata seperti yang dihadapi oleh Daud. Perangkap bisa saja datang dari kebiasaan buruk, seperti kebiasaan tipu-menipu dan praktik korupsi. Namun, bahayanya tidak kalah merusak. Inilah perangkap yang dapat mematikan generasi dan menghancurkan sebuah bangsa. Karena itu, “perangkap budaya” ini harus dibongkar dengan memohon dan mengandalkan kekuatan Tuhan.

REFLEKSI:

Mengandalkan kekuatan Allah untuk membongkar kuasa kejahatan terlihat dari hati yang terus menghasratkan kebaikan dan kebenaran.

Mzm. 140; Yer. 23:16-22; Mat. 10:16-25

Latest ARTICLE