26 September 2019 / Renungan Harian

MEMBERI SECARA RELA HATI DAN REALISTIS


media

2 Korintus 8:8-15

Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. (2Kor. 8:12)

Seorang ibu datang ke rumah Pak RT (Rukun Tetangga) untuk meminjam sejumlah uang, “Pak RT, bantulah saya, pinjam uang lima ratus ribu rupiah. Anak tetangga saya sakit. Saya ingin membawanya ke dokter.” Jawab Pak RT, “Saya kira pinjam uang untuk keperluan Ibu sendiri. Ternyata buat bantu orang toh? Maaf Bu, bukankah Ibu masih punya tunggakan selama tiga bulan?” Rupanya Pak RT tidak rela meminjamkan uangnya kepada ibu tersebut, karena Pak RT tahu bahwa sebenarnya ibu itu pun perlu uang untuk kebutuhannya sendiri. Pak RT paham anak tetangga ibu itu perlu ditolong, namun Pak RT mengingatkan ibu tersebut bahwa memberi pertolongan kepada sesama semestinya dilakukan secara rela hati dan realistis berdasarkan apa yang ada padanya, bukan apa yang tidak ada padanya.

Penulis 2 Korintus mengingatkan agar jemaat Tuhan memberi secara rela hati dan realistis kepada para rasul Kristus demi pelayanan kasih. Memberi secara rela hati dan realistis berarti memberi tanpa paksaan atau beban dan menurut kemampuannya sendiri. Jika ini dilakukan, maka memberi menjadi suatu aksi nyata yang berangkat dari hati yang penuh cinta kasih, syukur, dan sukacita demi kemuliaan Allah dan kebaikan bersama.

Mungkin pada hari ini kita berencana untuk memberi bantuan kepada seseorang. Rencana itu baik! Jangan ragukan bahwa sebagai murid Kristus kita punya hati yang dilimpahi kasih karunia Allah. Teruslah berbuat baik kepada sesama kita secara rela hati dan realistis.

REFLEKSI: Memberi secara rela hati dan realistis merupakan ungkapan cinta, syukur, dan sukacita dari setiap murid Kristus.

Mzm. 146; Ams. 22:2-16; 2Kor. 8:8-15

Latest ARTICLE