MEMBANGUN KEHIDUPAN
Efesus 4:7-16
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, - yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Ef. 4:16)
Suatu kali saya diundang ke acara pertemuan Rohani Tahunan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Bandung, di Bandung. Hal yang membuat saya terkesan ialah pidato pimpinan Ahmadiyah Bandung tersebut. Ia menceritakan tentang perkembangan karya JAI. Tahun 2017 JAI mendapat penghargaan sebagai Komunitas Pendonor Mata terbanyak. Tercatat JAI telah berhasil menghimpun 6800 pendonor dari Jemaat Ahmadiyah. Selain itu, mereka juga aktif melakukan aksi donor darah. Sebagai komunitas yang masih belum sepenuhnya diterima di Indonesia, mereka berperan dalam membangun Indonesia.
Rasul Paulus menasihati Jemaat Efesus agar semakin dewasa dalam hidup beriman. Jangan lagi mau diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran yang mengarahkan umat pada kehidupan yang sesat. Melainkan bertumbuh dalam kebenaran dan kasih sesuai dengan karunia yang diberikan Kristus hingga seluruh tubuh tersusun dan terikat rapi ke arah Kristus.
Dalam kehidupan bersama, perbedaan tidak dapat terhindarkan. Perbedaan dapat menguntungkan, tetapi dapat juga merugikan. Namun yang diharapkan adalah kehidupan bersama yang saling mengukuhkan. Caranya dengan memperkokoh kehidupan, saling menopang melalui karunia yang dimiliki tiap orang. Sudah saatnya menghentikan kehidupan yang saling menyesatkan. Baik dalam keluarga, gereja atau dalam masyarakat. Diharapkan bahwa di tengah kehidupan berbangsa, umat memberi manfaat bagi kehidupan bersama, sesuai dengan karunia yang Kristus berikan.
DOA:
Allah Bapa yang penuh kasih karunia tunjukkanlah jalan kasih-Mu, sehingga kami dapat bersatu mewujudkannya. Amin.
Mzm. 124; Ams. 7:1-4; Ef. 4:7-16