30 June 2019 / Renungan Harian

MEMAKNAI HIDUP BERSAMA SANG GURU


media

MEMAKNAI HIDUP BERSAMA SANG GURU
Lukas 9:51-62

Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Luk. 9:58)

“Hidupku sebuah ironi. Aku menginginkan hidup damai, namun sehari-hari hidupku di medan perang. Aku memimpikan anak-anak bersama ibu bapaknya bercengkrama di meja makan setiap harinya, namun sehari-hari aku membuat anak-anak kehilangan ayahnya di medan perang. Bagaimana bisa kujalani hidup seperti ini,” ujar Kapten Algren dalam film The Last Samurai. Di satu momen, seseorang akan menanyakan tentang arti atau makna hidup pada dirinya sendiri. Pada saat itu, biasanya, seseorang akan memulai hidupnya lagi.

Bacaan hari ini memuat pernyataan seorang murid bahwa ia akan mengikuti Yesus ke mana saja. Kesempatan ini digunakan Yesus untuk menjelaskan tentang makna hidup mengikuti-Nya. Ia berkata, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (ay. 58). Artinya, mengikut Yesus itu berarti memikirkan keinginan Allah dalam kemendesakan.

Mengikut Yesus adalah mencari makna hidup bersama Yesus. Perhatikanlah doa-doa kita. Kita bersyukur atas segala kebaikan yang terjadi, serta memohon agar yang jahat tidak terjadi atas hidup kita. Doa syukur dan permohonan kita berisikan daftar kebutuhan kita. Namun, bagaimana jika doa kita kita tidak dipenuhi Tuhan? Apakah kita menjadi bersungut-sungut dan marah? Jika kita mau mengikut Tuhan, maka kita tidak boleh memikirkan kebutuhan sendiri. Kita perlu memikirkan keinginan Tuhan untuk kita lakukan. Mulailah memaknai hidup kita bersama Sang Guru.

DOA:

Allah Bapa yang penuh kasih karunia, kuatkanlah aku melangkah untuk memberitakan kabar baik-Mu. Amin.

1Raj. 19:15-16, 19-21; Mzm. 16; Gal. 5:1, 13-25; Luk. 9:51-62

Latest ARTICLE