MELIHAT TUHAN YANG BANGKIT
Yohanes 20:1-18
“Aku telah melihat Tuhan!” (Yoh. 20:18)
Marcus Borg, penulis buku terkenal “Meeting Jesus Again for The First Time” mengungkapkan hal menarik sebagai seorang Teolog, ”Berelasi dengan Yesus jauh lebih penting dari pada tahu tentang Yesus.” Ia mengalami dinamika iman sebagai teolog, yakni dari sekadar tahu tentang Yesus menjadi pribadi yang berelasi dengan Yesus dan mengalami kuasa Kristus.
Maria Magdalena, dalam renungan kemarin dikatakan berdiam diri dalam kesunyian di depan kubur Yesus. Dalam bacaan hari ini, ia dikisahkan menjadi tokoh sentral yang menyaksikan Yesus yang bangkit. Dengan antusias, ia berkata kepada para murid, ”Aku telah melihat Tuhan!” (ay. 18). Kata melihat di sini bisa diartikan sebagai mengalami dengan seluruh keberadaan diri, bukan saja sekadar melihat dengan mata jasmani. Artinya, dia sungguh-sungguh berjumpa dengan Yesus yang bangkit dan hidupnya berubah, dari pribadi yang sedih menjadi pribadi yang semangat untuk bersaksi.
Menjadi Kristen bukan sekadar tahu tentang Yesus tetapi menjadi pribadi yang mengalami Yesus, kematian dan kuasa kebangkitan-Nya. Memakai bahasa Paulus, menjadi Kristen berarti bersekutu dengan kematian dan kebangkitan Yesus (Flp.3:10). Bersekutu dengan kematian-Nya menolong kita untuk mematikan kemanusiaan lama kita yang berdosa. Bersekutu dengan kebangkitan-Nya, menolong kita untuk bangkit dan hidup baru seturut dengan kehendak Allah. Kiranya kita benar-benar berjumpa dengan Kristus yang bangkit.
DOA:
Ya Tuhan, mampukan kami untuk bersekutu dengan kematian dan kebangkitan-Mu. Amin.
Kis. 10:34-43/Yes. 65:17-25; Mzm. 118:1-2, 14-24; 1Kor. 15:19-26/Kis. 10:34-43; Yoh. 20:1-18/Luk. 24:1-12