Mata Yang Terbuka dan Melihat
Mazmur 119:17-24
Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. (Mzm. 119:18)
Lahir dari keluarga kaya ternyata tidak membuat William Wilferforce kehilangan kepekaan terhadap orang lain yang bernasib kurang baik. Wilferforce lahir di Kota Hull Inggris tahun 1759, mengenyam pendidikan di Universitas Cambridge dan kemudian menjadi anggota parlemen Inggris. Imannya kepada Kristus membuatnya terpanggil untuk menghentikan pengiriman budak dari Afrika untuk dipekerjakan di Inggris. Melalui kampanyenya lewat buku, pamflet bahkan demonstrasi, Inggris mulai menghentikan perbudakan sejak 1807.
Dalam Mazmur 119:18 pemazmur memohon kepada Tuhan agar matanya dibukakan untuk melihat keajaiban-keajaiban dari Taurat Tuhan. Taurat Tuhan diperlukan pemazmur sebagai penuntun hidupnya di dunia ini, dan juga dalam menghadapi orang-orang yang memusuhinya.
Sekalipun memiliki mata untuk melihat, namun tidak semua orang memiliki kepekaan untuk melihat apa yang Tuhan sudah kerjakan di dalam hidupnya. Sering kali manusia hanya mau melihat apa yang ia sukai dan menarik perhatiannya. Karena itu seperti pemazmur berdoa, kita pun perlu memohon pertolongan Tuhan agar Tuhan membukakan mata rohani kita, sehingga kita mampu melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib dalam hidup kita. Namun, bukan hanya sekadar melihat keajaiban Tuhan, kita pun harus menjadi bagian yang menyatakan kejaiban Tuhan melalui kehidupan kita setiap harinya.
DOA:
Bukakanlah mata kami ya Tuhan, supaya kami melihat keajaiban-Mu dan ikut ambil bagian dalam karya-Mu. Amin.
Mzm. 119:17-24; Yer. 33:1-11; Mat. 20:29-34