MATA ROHANI
Habakuk 3:2-15
… melihat Engkau, gunung-gunung gemetar, air bah menderu lalu, samudera raya memperdengarkan suaranya dan mengangkat tangannya. (Hab. 3:10)
“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga” (Mat. 6:26). Apakah ada di antara kita yang bisa melihat Allah Bapa memberi makan burung di langit? Tentu saja tidak ada! Di sini, Tuhan hendak mengajarkan kita memandang hidup dengan mata rohani, sehingga kita bisa melihat Tuhan bekerja dan berkarya dalam hidup ini.
Dengan pengertian seperti itu, kita jadi mengerti mengapa Habakuk menuliskan perikop yang kita renungkan hari ini. Dengan mata rohani, penulis kitab Habakuk bisa melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Tuhan bekerja di dalam banyak hal dan peristiwa, termasuk di dalam hal yang kita anggap natural dan sudah biasa. Habakuk melihat pekerjaan Tuhan di balik cahaya dan air bah (ay. 4, 10). Tuhan juga yang menjadikan segala alam ini termasuk matahari, gunung, sungai, samudra (ay. 6, 11). Tuhan pula yang menyelamatkan umat-Nya dengan cara yang ajaib dan perkasa (ay. 12-15).
Dengan memandang hidup melalui kaca mata rohani, kita bisa menjalani hidup dengan berpengharapan dan sukacita. Berpengharapan karena kita tahu ada Tuhan yang ikut serta dan bekerja melalui berbagai macam cara dan peristiwa. Bersukacita karena kita mengalami Tuhan benar-benar hadir, menyertai dan memberkati kehidupan kita.
DOA:
Ya Tuhan, berikan kami mata rohani yang jernih sehingga bisa menjalani hidup dengan berpengharapan dan sukacita. Amin.
Mzm. 20; Hab. 3:2-15; Luk. 18:31-34