MANUSIA KADANG-KADANG
Galatia 5:16-25
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. (Gal. 5:24)
Dalam kelas katekisasi, setiap peserta diberi kesempatan untuk menceritakan pengalamannya, berkaitan dengan pengajaran yang telah diterima. Seorang remaja bertutur, pada masa kecilnya, ia sering melihat tetangganya (suami istri) bertengkar. Pertengkaran itu sampai keluar rumah. Si suami memukul si istri, padahal mereka orang Kristen. Remaja ini bertanya-tanya, “Mengapa orang Kristen memukul? Apakah orang Kristen diperbolehkan untuk sesekali melakukan perbuatan tidak Kristiani?”
Harus ada perubahan dalam hidup orang yang sudah mengikut Kristus. Hal ini ditekankan Rasul Paulus kepada Jemaat Galatia. Orang Kristen adalah orang yang sudah dimerdekakan oleh Kristus. Kemerdekaan ini berkaitan dengan semangat saling mengasihi dan melayani (ay. 13). Bagaimana menjalaninya? Hidup oleh Roh, yang menghasilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Sebaliknya, menghindari hidup menuruti keinginan daging, yakni penyimpangan seksual, ibadat kafir, kejahatan sosial dan kehilangan penguasaan diri (ay. 19-21).
Paulus mengajar kita tegas memilih sikap hidup sebagai pengikut Kristus. Jangan menjadi “manusia kadang-kadang,” yakni kadang-kadang baik, kadang-kadang jahat; kadang-kadang sabar, kadang-kadang lekas marah; kadang-kadang membangun kerukunan, kadang-kadang menciptakan permusuhan dan lain-lain. Biarkan Roh Kudus memimpin hidup kita.
DOA:
Allah Bapa yang penuh kasih karunia, kuatkanlah hati kami untuk mewujudkan buah-buah Roh hari demi hari.
Mzm. 104:24-34, 35b; Yes. 32:11-17; Gal. 5:16-25