MAKNA SEBUAH KEDUDUKAN
Ester 4:1-17
“Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” (Est. 4:14)
Ketika pembantaian orang Yahudi dilakukan oleh Hitler, Dietrich Bonhoeffer sebagai penentang Hitler sempat mendapatkan kesempatan mengungsi ke Amerika. Akan tetapi, pendeta Jerman ini akhirnya pulang lagi ke negaranya. Menurutnya, perjuangan harus dilakukan bersama dengan mereka di Jerman, tidak bisa dari jauh.
Pembantaian atas orang Yahudi juga telah diikhtiarkan di kerajaan Babel oleh Haman, pada zaman raja Ahasyweros. Rencana ini diketahui oleh Mordekhai, paman Ratu Ester. Mordekhai dan Ester adalah orang-orang Yahudi yang tidak pulang ketika Raja Persia, Koresh, mengizinkan orang Israel kembali ke Yerusalem. Mordekhai meminta Ester untuk menolong orang-orang Yahudi yang akan dibantai. Mordekhai mengingatkan Ester bahwa mungkin untuk saat yang seperti inilah ia memperoleh kedudukan sebagai ratu. Artinya, Tuhan mau memakai kedudukan dan pengaruh Ester untuk menyelamatkan orang Yahudi. Lalu, dengan kerelaan menerima segala risiko, termasuk kematian, Ester melakukan permintaan itu.
Kisah Ester dan Bonhoeffer menginspirasi kita bahwa Tuhan memberi sebuah kedudukan atau pengaruh untuk melakukan misi-Nya; misi menyelamatkan manusia. Tuhan juga dapat memakai siapa saja. Namun, yang penting adalah apakah kita memiliki kepedulian pada kemanusiaan yang terancam? Mereka yang peduli dan siap menanggung risiko seperti Boenhoeffer dan Esterlah yang dapat menjadi sarana keselamatan Allah di dunia.
REFLEKSI:
Bisa jadi, ada risiko dalam setiap tindakan belarasa yang kita lakukan. Namun, jangan pernah berhenti melakukan kebaikan dan kebenaran.
Mzm. 138; Est. 4:1-17; Luk. 8:22-25