01 July 2019 / Renungan Harian

LAMA SEKALIGUS BARU


media

LAMA SEKALIGUS BARU
1 Yohanes 2:7-11

Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya … Namun perintah baru juga kutuliskan kepada kamu …. (1Yoh. 2: 7-8)

“Saya tidak tahu apakah Ia memiliki beberapa kekasih di bumi yang selalu dijaga supaya tidak jatuh; ini diungkapkan padaku. Tetapi yang terlihat adalah ketika kita jatuh dan bangkit lagi, kita sangat berharga bagi-Nya dan dilindungi oleh kasih yang sama,” demikian kesaksian Julian dari Norwich.

Dalam surat 1 Yohanes 2 yang kita baca ini, penulis mengungkapkan kesaksian mengenai kasih yang mesti diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Kasih ini menjadi imperatif, perintah, yang membentuk identitas dan laku hidup sehari-hari orang percaya. Penulis katakan bahwa perintah ini adalah perintah lama. Kasih itu sudah menjadi nilai dan norma yang dikenal sejak dahulu. Namun, serentak kasih ini juga menjadi baru. Mengapa? Sebab kasih itu mendapat pemenuhannya di dalam Kristus Yesus, yang rela memberi diri untuk menyelamatkan para kekasih Allah, manusia dan dunia ciptaan-Nya. Karena itu, mereka yang telah hidup di dalam iman akan Yesus Kristus harus menghidupi kasih itu dengan saudara-saudaranya.

Julian Norwich yang mengalami kasih Allah dalam keseharian menyatakan bahwa ia tidak tahu ada berapa kekasih Allah yang terus merasakan pemeliharaan-Nya. Namun, penulis surat Yohanes mengungkapkan bahwa saudara-saudari yang di depan mata harus dikasihi. Saudara-saudari ini adalah para kekasih Allah yang terus dicintai-Nya. Maka, Ia pun mengajak kita menjadi kekasih bersama mereka dengan hidup saling mengasihi.

REFLEKSI:

Kasih akan terus menyala dalam kehidupan manakala kasih itu dilihat secara baru sebagai anugerah Sang Kasih yang terus dipraktikkan.

Mzm. 140; Kej. 24:34-41, 50-67; 1Yoh. 2:7-11

Latest ARTICLE