Mazmur 37:1-9
Jangan marah karena orang yang berbuat jahat,
jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang...
(Mzm.37:1)
Rita sedang kesal. Susi rekan kerjanya mendapat pujian dari atasannya dan dipromosikan ke jenjang manajemen yang lebih tinggi. Masalahnya bukan karena Susi lebih pintar, melainkan karena ia "pandai" mencuri ide-ide Rita. Rita jengkel. Mengapa orang yang jujur tidak semujur orang yang curang? Apakah di masa yang akan datang, ia pun perlu berbuat curang dalam berkarier?
Dunia sering mengelabui kita. Banyak hal yang tidak baik seolah-olah menjadi baik. Orang yang curang keliatannya lebih berhasil dari orang yang jujur. Orang yang jahat lebih enak hidupnya dari orang yang baik. Keadaan seperti itu juga terjadi di zaman Pemazmur. Karena itu, banyak orang yang tergoda untuk ikut-ikutan melakukan kejahatan. Pemazmur mengungkapkan rahasia kehidupan ini. Orang-orang jahat dan curang akan segera layu. Kesuksesan dan kebahagiaan mereka itu semu, tidak akan bertahan lama. Yang terbaik bagi manusia adalah memercayakan hidup kepada Tuhan dan melakukan yang baik. Apa pun yang terjadi tetap lakukan yang baik karena Tuhan akan bertindak. Tuhan sendiri yang akan memunculkan kebenaran seperti terang. Tuhan tidak akan menahan kebaikan dari orang-orang yang berhak menerimanya.
Anda pernah merasa iri dengan kecurangan seseorang? Tetaplah percaya pada keadilan Tuhan!
Refleksi:
Tetaplah berbuat kebenaran sekalipun di sekitar kita orang berbuat kecurangan.
Mzm.37:1-9; 2Raj.19:8-20, 35-37; Why.2:12-29