02 May 2019 / Renungan Harian

KUASA DAN KERENDAHAN


media

KUASA DAN KERENDAHAN
Yesaya 5:11-17

Maka manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan, ya, orang-orang sombong akan direndahkan. (Yes. 5:15)

Maka manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan, ya, orang-orang sombong akan direndahkan. (Yes. 5:15)

Dalam lakon wayang Jawa, ada cerita tentang Petruk dadi ratu (Petruk jadi raja). Cerita ini berkisah tentang kekonyolan seorang hamba sahaya yang lupa akan status dirinya sebagai seorang hamba dan merasa bahwa ia adalah seorang raja yang berkuasa.

Demikian pula orang-orang yang dikritisi oleh nabi Yesaya. Mereka adalah manusia-manusia biasa yang lupa akan status dirinya sebagai manusia. Mereka menyombongkan diri; menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang berkuasa.

Dosa semacam ini sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah manusia. Alkitab memberi kesaksian bahwa godaan yang membuat manusia yang diciptakan Tuhan jatuh dalam dosa adalah godaan untuk menjadi sama seperti Tuhan; ingin mempunyai kuasa yang besar. Rasa haus dan rakus akan kuasa inilah yang sering kali membuat manusia tidak lagi bisa berfungsi sebagai manusia, sebagaimana Tuhan maksudkan. Tentang kekuasaan ini, Lord Acton (sejarawan, politisi dan penulis) mengatakan, “Power tends to corrupt” (kekuasaan cenderung disalahgunakan).

Orang-orang sombong, haus dan rakus kekuasaan, pada akhirnya hanya akan menebar ketidakadilan dan penderitaan kepada orang-orang di sekitar mereka. Tuhan menanti keadilan, kata Yesaya, tetapi hanya ada kelaliman. Tuhan menanti kebenaran, tetapi hanya ada keonaran (ay. 7). Jika jalan ini yang kita pilih, maka Tuhan pun pasti akan menundukkan dan merendahkan kita.

REFLEKSI:

Sehebat-hebatnya orang yang berkuasa, lebih hebat lagi orang yang mampu merendahkan dirinya sendiri.

Mzm. 30; Yes. 5:11-17; Why. 3:14-22

Latest ARTICLE