(Luk.17:10)

">


02 October 2016 / Renungan Harian

Kita adalah Budak


media

Kita adalah Budak

Lukas 17:5-10

"...Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." (Luk.17:10)

Pada masa lalu, budak adalah golongan manusia yang dimiliki oleh seorang tuan. Mereka bekerja tanpa gaji dan tidak mempunyai hak apapun atas dirinya. Hidupnya dikendalikan sepenuhnya oleh tuannya.

Saat seorang percaya menempatkan diri sebagai seorang budak, itu memang panggilannya. Sebuah "panggilan" karena jalan hidup yang akan dilalui amat tidak nyaman, banyak tantangan dan penuh risiko. Ia dipanggil untuk mengosongkan diri dari kepentingan pribadinya dan dari status sosialnya. Seorang budak akan rela melayani dan terus melayani tanpa berharap ucapan terima kasih dari orang yang dilayaninya. Mungkin, saat melayani tubuhnya terluka atau letih, tetapi ia tidak boleh berhenti sebelum tugasnya selesai (Luk.17:7-9). Sulit bukan? Namun, Yesus sendiri telah memberi contoh bagaimana melayani bagai seorang budak saat Ia membasuh kaki para murid. Saat itu, Ia bukan sekadar menunjukkan kasih-Nya, melainkan juga komitmen kehambaan-Nya.

Jika anda kecewa dan berhenti melayani, hati-hatilah. Mungkin itu gejala bahwa anda belum bisa menempatkan diri sebagai seorang budak. Namun, jika hati anda terluka, tubuh anda letih dan begitu banyak beban yang dihadapi, tetapi anda terus setia melayani, maka anda adalah budak setia yang menghayati pernyataan ini: "Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." (Luk.17:10)

 


Doa:

Tuhan, tolong kami agar kami mampu menempatkan diri sebagai budak-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

 

Hab.1:1-4, 2:1-4; Mzm.37:1-9; 2Tim.1:1-14; Luk.17:5-10

Latest ARTICLE