Biarlah kebinasaan mendatangi dia dengan tidak disangka-sangka, jerat yang dipasangnya, biarlah menangkap dia sendiri, biarlah ia jatuh dan musnah!" (Mzm. 35:8)
">
Mazmur 35:1-10
"Biarlah kebinasaan mendatangi dia dengan tidak disangka-sangka, jerat yang dipasangnya, biarlah menangkap dia sendiri, biarlah ia jatuh dan musnah!" (Mzm. 35:8)
Sangat mungkin nas yang kita baca hari ini (ay. 8) mewakili perasaan dan keinginan kita. Bayangkan, tanpa alasan yang jelas orang-orang yang dulunya baik kini memusuhi, memasang jerat, dan hendak membinasakan kita. Umumnya kita ingin membalas perlakuan orang lain yang tidak menyenangkan terhadap diri kita. Lihat saja kisah-kisah darama telenovela, opera, film-film action yang dipenuhi tema balas dendam. Namun, alih-alih menyelesaikan masalah, pembalasan justru memperkeruh dan membuat masalah baru.
Pemazmur menyadari kepanasan hatinya terhadap para lawannya. Namun, ia menumpahkan isi hatinya kepada Tuhan. Ia memasrahkan diri kepada Tuhan dan ia berharap Tuhan yang akan bertindak karena pembalasan adalah hak Tuhan. Di samping itu, ia tetap percaya bahwa hidupnya adalah lindungan tangan Tuhan meskipun tampaknya kini ia tidak berdaya berhadapan dengan kekuatan para lawannya. Dalam iman percayanya ia berkata, "Tetapi aku bersorak-sorak karena TUHAN, aku girang karena keselamatan dari pada-Nya" (ay. 9).
Andai kita saat ini diliputi kejengkelan dan ingin membalas orang yang merugikan kita, hentikanlah. Biarlah kita tidak melakukannya sendiri. Mengadulah dan serahkanlah kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan pasti menyelamatkan kita ketika kita selalu berpegang teguh kepada-Nya.
Refleksi:
Pembalasan bukanlah hak kita; yang sebaiknya kita lakukan hanyalah bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
Mzm. 35:1-10; Bil. 22:1-21; Kis. 21:17-26