27 November 2018 / Renungan Harian

Kesombongan Membawa Kehancuran


media

Kesombongan Membawa Kehancuran
Yehezkiel 29:1-12

Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Firaun, raja Mesir, buaya yang besar, yang berbaring di tengah anak-anak sungaimu, yaitu Nil, dan yang berkata: Sungai Nil aku punya, aku yang membuatnya.” (Yeh. 29:3)

Julz Rabaud, seorang petarung bertato asal Australia, sesaat seusai berfoto, sebelum bertanding dengan sombongnya menempelkan kepalan tangan kirinya di pipi Ben Nguyen, lawannya. Rabaud bahkan mendorong Nguyen. Namun, dalam waktu 20 detik Julz yang sombong roboh di tangan Nguyen.

Pada masa lampau, Mesir merupakan bangsa yang cukup kuat setelah Babel di daerah Timur Dekat Kuno. Pengaruh Mesir sangat kuat sebelum tahun-tahun penaklukan Yerusalem. Firaun yang mewakili segenap Mesir menyombongkan diri. Ia mengatakan bahwa Sungai Nil adalah miliknya; ia yang membuatnya. Karena kesombongannya itu, Allah menghukum Mesir. Allah berfirman melalui Yehezkiel bahwa Ia akan membuat nasib Mesir sama seperti buaya besar yang dikenakan kelikir di rahangnya dan melemparkannya ke padang dan dimakan oleh binatang liar (ay. 5). Mesir akan menjadi lemah, menjadi sunyi sepi dan menjadi reruntuhan, bahkan manusia dan binatang tidak akan melintasi tanah Mesir (ay. 8-10). Firman Allah terbukti. Mesir dikalahkan oleh Babel. Melalui hukuman tersebut, Allah menunjukkan bahwa penguasa sesungguhnya, baik atas Mesir dan seluruh bangsa adalah TUHAN, ALLAH (ay. 9, 16).

Orang percaya juga bisa jatuh dalam dosa kesombongan, jika tidak menjaga perkataan dan sikapnya. Amsal 16:18 mengatakan, “Kecongkakan mendahului kehancuran dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” Karena itu, marilah kita tunduk di hadapan Allah dalam sikap, perbuatan dan perkataan kita.


REFLEKSI:
Orang yang tinggi hati akan direndahkan, namun barang siapa yang rendah hati akan ditinggikan.

Mzm. 76; Yeh. 29:1-12; Why. 11:15-19

Latest ARTICLE