05 May 2019 / Renungan Harian

KESEMPATAN KEDUA


media

Yohanes 21:1-19

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? … Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yoh. 21:17)

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? … Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yoh. 21:17) Anak-anak yang sedang bermain gim komputer bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa menyadarinya. Hal itu terjadi karena setiap kali mereka sampai pada akhir sebuah permainan dan di layar monitor tertulis “game over” (permainan usai), maka selalu saja ada pilihan “try again” (coba lagi). Sebuah permainan yang tampaknya sudah usai, ternyata tidak benar-benar usai. Selalu saja ada kesempatan berikutnya.

Itulah yang terjadi dalam perjumpaan Yesus dengan Petrus. Yesus tidak menghakimi Petrus yang telah menyangkal diri-Nya, bukan cuma sekali, tetapi sampai tiga kali. Yesus justru menawarkan tombol “try again” kepada Petrus. Yesus juga memanggil Petrus dengan nama kecilnya, Simon, untuk menunjukkan bahwa Ia bersedia menerima Petrus apa adanya; tidak peduli apakah Petrus adalah Petrus, murid yang tampak loyal, tetapi ternyata imannya rontok di masa krisis atau ia adalah Simon seorang nelayan biasa. Yesus bahkan memercayai Petrus untuk melakukan tugas besar menjadi gembala bagi domba-domba milik Yesus. Yesus sedikit pun tidak khawatir Petrus akan gagal kembali.

Oleh karena Yesus memberikan anugerah demikian, maka Petrus mengalami transformasi luar biasa dalam hidupnya. Ia berubah dari seorang murid yang pernah menyangkal gurunya, menjadi seorang murid yang bersedia mati demi imannya kepada sang Guru. Perubahan luar biasa ini terjadi karena ia mendapat anugerah ”try again.”

REFLEKSI:

Jika kita jatuh dalam perjalanan iman kita, ingatlah bahwa Tuhan selalu memberi kesempatan kedua kepada kita.

Kis. 9:1-6 [7-20]; Mzm. 30; Why. 5:11-14; Yoh. 21:1-19

Latest ARTICLE