KESEJAHTERAAN ROHANI
Galatia 4:8-20
Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia. (Gal. 4:10-11)
Sepasang calon pengantin meminta pendapat saya mengenai persoalan yang mereka hadapi. Persoalannya ialah nenek mereka yang bukan Kristen meminta mereka untuk melakukan sebuah ritual yang biasa dilakukan orang desa secara turun-temurun di desa itu. Ritualnya adalah calon pengantin harus mengelilingi sebuah batu yang dikeramatkan oleh orang desa. Tujuan mengelilingi batu itu adalah demi kelancaran pernikahan dan langgengnya kehidupan pernikahan calon pengantin. Setelah mendengar penuturan mereka, saya mengajak mereka berdoa. Saya katakan bahwa tujuan berdoa adalah agar calon pengantin kuat menjalani keputusannya. Setelah berdoa, mereka memutuskan untuk percaya kepada Tuhan saja.
Paulus menegur orang Galatia yang telah bertobat, namun memelihara kebiasaan-kebiasaan tertentu, “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun” (ay. 10). Paulus menasihati mereka untuk memperhatikan kesejahteraan hidup rohani mereka (dalam Kristus), bukan hal-hal lahiriah.
Jika kita melihat hidup secara hitam putih, sangatlah mudah melihat mana benar mana salah. Kita tentu memilih yang benar. Kesulitan terjadi saat daya tarik hidup masa lalu mulai menggoda. Godaan ini menguat ketika keluarga dan komunitas mendorong bahkan memaksa kita melakukannya. Tentu tidak diharapkan memusuhi keluarga atau komunitas, namun dengan teguh menyatakan kepada keluarga dan komunitas, bahwa iman merupakan jalan untuk mendapatkan damai sejahtera.
DOA:
Allah Bapa yang penuh kasih karunia, penuhilah kami dengan damai sejahtera-Mu. Amin.
Mzm. 16; 2Raj. 1:1-16; Gal. 4:8-20