05 February 2017 / Renungan Harian

Kesalehan Palsu


media

Kesalehan Palsu

Yesaya 58:1-9

Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. (Yes.58:4)

Situs berita BBC pada 18 Februari 2015 merilis berita bahwa kepolisian Inggris telah menutup 5500 situs belanja online. Situs belanja itu ditutup karena mereka menjual barang-barang palsu. Banyak barang dari berbagai merek terkenal telah dipalsukan. Konsumen mudah tertipu karena tampilan barang-barang palsu sulit dibedakan dengan aslinya. Di dunia yang makin maju ini, antara yang asli dan yang palsu memang makin sulit dibedakan jika hanya mengandalkan mata.

Hal-hal yang dipalsukan manusia ternyata bukan hanya benda atau barang. Di Yesaya 58, terungkap bahwa umat manusia juga membuat kesalehan palsu. Kesalehan palsu itu tentunya mirip dengan yang asli. Secara lahiriah, umat Tuhan terlihat memelihara kesalehan ritual dengan berpuasa. Namun, pada saat yang sama, umat juga melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Allah. Mereka memperlakukan buruh secara tidak wajar, berbantah-bantah, berkelahi dan memukul (Yes.58:3-4). Ada jarak yang teramat jauh antara kesalehan ritual dengan kesalehan sosial. Kesalehan mereka palsu sebab kesalehan ritual itu menjadi kedok untuk menutupi kebobrokan moral sosial mereka. Kesalehan palsu itu sama sekali tidak berkenan bagi Allah.

Jika mata manusia dapat dikelabui, mata Allah tidak. Jadi, jangan kita coba-coba mengelabui-Nya dengan mempraktikkan kesalehan palsu karena percuma dan bahkan dapat mengundang hukuman dari-Nya.

 


Doa:

Tuhan Yesus, tolong kami untuk hidup saleh secara utuh. Amin

 

Yes.58:1-9a (9b-12); Mzm.112:1-9 (10); 1Kor.2:1-12 (13-16); Mat.5:13-20

Latest ARTICLE