Galatia 2:1-10
Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat... (Gal.2:7)
Pengakuan atau penghormatan bisa datang dari dua hal. Pertama, karena jabatan. Jabatan membuat seseorang dilengkapi dengan kuasa dan kewenangan. Kelengkapan itulah yang membuat seseorang dihormati. Kedua, karena ia memiliki kemampuan, kesungguhan, dan integritas yang tinggi dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Yang terakhir ini biasanya lebih langgeng dan orang memberikan penghormatan kepadanya dengan lebih tulus.
Paulus diakui sebagai rasul bukan semata-mata karena ia ambisius untuk mendapatkan gelar atau jabatan itu. Ia dapat membuktikannya dengan panggilan Tuhan Yesus sendiri yang ditanggapinya dengan mengerahkan segala kemampuan, tanggung jawab, dan integritasnya yang tinggi sehingga setiap orang yang bersentuhan dengannya dapat melihat langsung. Ia mengatakan, "Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat..." (Gal.2:7). Paulus memenuhi panggilannya dengan bekerja keras tanpa pamrih.
Kita sering menyebut diri anak-anak Tuhan, tetapi apa buktinya? Rasanya tidak cukup dengan baptisan atau pengakuan percaya. Bukti autentik dan tak terbantahkan adalah ketika kita -- sama seperti Paulus -- merespons panggilan Tuhan dengan totalitas hidup kita, mengasihi Tuhan dan sesama kita dengan sukacita.
Refleksi:
Terlalu banyak bicara tentang identitas akan mengaburkan identitas itu sendiri. Buktikan identitas kita dengan kerja keras.
Mzm.27:1-6; 1Sam.9:27 - 10:8; Gal.2:1-10