Mazmur 21
TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita... (Mzm.21:2)
Dalam sebuah ibadah syukur pada tahun 1995, adik kelas saya di IPB memberikan pesan singkat kepada saya. Sangat singkat hingga tak pernah lekang dari benak saya. Pesannya: "kesombongan adalah awal kejatuhan". Awalnya, kagetlah hati saya mendengar pesan tersebut. Namun, pesan singkat itulah yang terus melekat dalam benak hingga hari ini. Pesan itu melintas dalam benak saya ketika membaca Mazmur Daud hari ini.
Daud memulai mzmurnya dengan pengakuan: " TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! " (Mzm.21:1). Daud mengakui bahwa kemenangan yang diraihnya semata-mata hanya anugerah Allah. Itu berarti, raja tidak boleh mengklaim kemenangannya sebagai prestasi diri. Semua itu adalah perkenanan Allah.
Persoalannya kerap memang di sini: prestasi sering membuat orang lupa diri. Sanjungan sering membuat orang akhirnya percaya bahwa semua prestasinya adalah hasil jerih payahnya semata. Pada titik itu orang mulai melupakan Allah, Sumber Kehidupan Sejati.
Mengenai kerendahan hati, Josemaria Escriva mengingatkan: "Engkau adalah seorang kuas di tangan seorang pelukis dan tidak lebih daripada itu. Katakanlah kepadaku: apa gunanya sebuah kuas jika ia tidak menuruti kehendak Sang Pelukis?"
Doa:
Tuhan, ajar kami rendah hati sebagaimana diri-Mu sendiri. Amin.
Mzm.21; Yes.41:1111-16a; Rm.15:14-21