Bilangan 22:21-35
Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu... (Bil. 22:27)
Keledai sering menjadi simbol hewan yang lugu dan bodoh. Namun, ada juga ungkapan "Sekalipun keledai bodoh, ia tidak mau terperosok pada lubang yang sama." Artinya, manusia yang lebih pandai dari keledai seharusnya tidak melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.
Menarik, bahan bacaan Alkitab hari ini justru mengungkapkan hal yang sebaliknya. Keledai hewan lugu dan sering dihubungkan dengan kebodohan justru dipakai Tuhan untuk mengingatkan Bileam. Bileam dikenal sebagai orang berhikmat, penuh kuasa. Apa pun yang diucapkannya akan terjadi. Ketika berkat yang diucapkannya, maka berkat itu akan terjadi kepada siapa pun ucapan itu ditujukan. Demikian sebaliknya, ketika kutuk terlontar keluar dari mulutnya, maka keburukanlah yang akan terjadi.
Ucapannya yang penuh tuah membuat Bileam kaya raya karena ia mendapat bayaran dari si pemesannya. Balak, raja Moab, membutuhkan ucapan Bileam untu mengutuki bangsa Israel yang menjadi ancamannya. Bileam pergi dengan keledainya untuk memenuhi panggilan Balak. Di tengah perjalanan, si keledai melihat malaikat Tuhan menghalangi perjalanan mereka, tanda Tuhan tidak setuju dengan niat Bileam. Bileam marah. Namun, keledainya itu menjelaskan apa yang sedang terjadi. Tuhan bisa memakai apa yang kita anggap bodoh, jangan malu kalau nanti kita diingatkan-Nya.
Refleksi:
Tuhan sanggup memakai apa yang kita anggap bodoh untuk menjadi kebaikan bagi kita.
Mzm. 35:1-10; Bil. 22:22-28; 1Kor. 7:32-40