1 Petrus 3:8-12
“Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.” (1Pet. 3:11)
Untuk mendapatkan padi, maka kita mesti menanamnya. Untuk mendapatkan ilalang dan rumput liar, kita tidak perlu menanamnya, ia akan muncul dengan sendirinya. Serupa dengan kehidupan kita. Hal-hal baik harus kita usahakan dan lakukan dengan sengaja, dan mempertahankannya. Namun, hal buruk tidak perlu diupayakan, ia bisa muncul begitu saja.
1 Petrus 3:8 dibuka dengan kata, ‘Dan akhirnya.’ Kata “akhirnya” (telos) di sini, bukan dalam arti sebagai pesan terakhir atau kesimpulan, melainkan menunjuk pada tujuan dari hidup. Dengan mengerti tujuan hidup, maka seseorang akan mulai melakukan tindakan untuk mencapai yang terbaik di dalam Allah. Petrus menekankan pentingnya tujuan itu dengan mengatakan ‘hendaklah’ (ay. 8, 9) dan ‘harus’ (ay. 10, 11). Sebuah tujuan yang dimengerti baik oleh seseorang bisa diukur dengan tindakan yang dilakukan orang tersebut. Kebaikan di dalam Allah bukan sekedar normatif. Petrus menasihati, “... jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat” (ay. 9).
Jangan melihat kebaikan berdasarkan standar manusia, sebab standar tiap-tiap orang bisa berbeda. Kebaikan di sini adalah kebaikan yang dikehendaki Allah. Kebaikan yang dikehendaki Allah bisa jadi berbeda dengan yang kita pahami dan kehendaki, tetapi sebagai umat Allah, lakukanlah yang baik menurut kehendak-Nya, bukan kehendakmu.
DOA: Tuhan ajarlah saya melakukan kehendak-Mu dalam hari-hari pemberian-Mu. Amin.
Mzm. 112; Ams. 15:13-17; 1Ptr. 3:8-12